Pemerintah resmi menetapkan aturan pembatasan media sosial (medsos) untuk anak di bawah usia 16 tahun per 28 Maret 2026. Aturan tersebut tertulis dalam Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 9 Tahun 2026 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP Tunas).
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mencatat jumlah anak berusia 16 tahun ke bawah di Indonesia mencapai 70 juta anak. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan Australia yang telah menerapkan aturan serupa pada Desember sebelumnya, berjumlah 5,7 juta orang.
Tujuan kebijakan tersebut adalah untuk melindungi anak dari berbagai ancaman di ruang digital, seperti konten negatif, perundungan siber, dan kecanduan media sosial. Artinya anak-anak kini tidak dapat lagi mengakses sejumlah medsos, seperti YouTube, TikTok, Facebook, Threads, Instagram, X, Bigo Live, serta Roblox.
Akun Khusus Anak, Kids dan Select
Namun untungnya, jutaan pemain cilik Roblox masih bisa bernapas lega. Platform game populer asal Amerika Serikat itu resmi mengumumkan sistem akun berbasis usia yang dirancang khusus agar anak-anak tetap dapat bermain, dengan batasan yang lebih ketat dan pengawasan orang tua yang lebih luas.
Alih-alih menutup pintu bagi pemain muda, Roblox justru merespons tekanan regulasi tersebut dengan menghadirkan sistem akun baru yang lebih terstruktur. Roblox Corporation mengumumkan dua jenis akun berbasis usia baru untuk pengguna muda di Indonesia, yakni:
1. Roblox Kids untuk pengguna usia 5 hingga 12 tahun
2. Roblox Select untuk pengguna usia 13 hingga 15 tahun
Sistem akan otomatis menentukan jenis akun, baik dari hasil verifikasi usia oleh Roblox maupun dari konfirmasi orang tua yang sudah terdaftar.
Orang Tua Dapat Kontrol Lebih Luas
Seluruh pengguna di bawah 16 tahun diwajibkan memiliki verified parental consent (VPC) atau persetujuan orang tua yang terverifikasi. Tanpa VPC, pengguna tidak dapat mengakses fitur chat maupun game dengan rating Moderate ke atas.
Peran orang tua dalam Roblox ini semakin memperluas kontrol yang memungkinkan dalam pengelolaan rating konten, pengaturan komunikasi, serta batas waktu layar. Fitur-fitur ini juga secara transparan menunjukkan kepada orang tua game apa yang paling banyak dimainkan anak beserta siapa saja teman virtualnya.
Tiga fitur utama yang diperluas meliputi pemblokiran game secara individual hingga anak berusia 15 tahun, pengelolaan pengaturan chat langsung hingga usia 15 tahun, serta fitur baru berupa persetujuan akses khusus ke game tertentu yang tidak tersedia dalam pengaturan default akun anak.
Apa Saja Batasannya?
Nantinya para pengguna Roblox Kids hanya bisa mengakses game dengan label konten Minimal atau Mild, lalu tidak dapat menggunakan fitur chat dalam kondisi apapun. Sementara bagi pengguna Roblox Select bisa mengakses game dengan label hingga Moderate, dengan kemampuan obrolan terbatas hanya untuk teman yang sudah mendapat persetujuan orang tua.
Pada usia 16 tahun, pengguna akan mendapatkan akses penuh ke platform beserta seluruh fiturnya, kecuali konten terbatas yang memang hanya diperuntukkan bagi pengguna berusia 18 tahun ke atas.
Roblox Belum Sepenuhnya Patuh PP Tunas
Meski langkah Roblox disambut positif, pemerintah Indonesia belum sepenuhnya puas. Pasalnya, hingga kini Komdigi belum menerima proposal dari Roblox yang menyatakan telah mematuhi kebijakan tersebut.
Dia menjelaskan, penilaian belum mematuhi aturan terhadap Roblox diberikan lantaran masih ditemukan akses komunikasi anak-anak dengan orang tidak dikenal dalam fitur Roblox Kids.
Sementara dari sisi Roblox, Vice President of Civility and Partnerships Roblox, Tami Bhaumik menyatakan perusahaan telah menjalin komunikasi intensif dengan Komdigi untuk memastikan kepatuhan terhadap aturan yang berlaku.
Saifan Zaking