Tol Cipali Mulai Ramai! Volume Kendaraan Naik 80%, 108 Ribu Mobil Udah Lewat

  • Bayu Dewantara

Memasuki momen mudik Lebaran 1447 H, suasana di jalur bebas hambatan mulai terasa makin sibuk. Salah satu titik paling krusial, yaitu ruas Tol Cikopo-Palimanan atau Cipali, terpantau mengalami lonjakan volume kendaraan yang cukup gila-gilaan. Sampai Rabu malam tanggal 18 Maret 2026 kemarin, arus lalu lintas di sana tercatat naik sampai 80 persen kalau dibandingin sama hari biasanya. Fenomena ini jelas menunjukkan kalau gelombang pemudik yang pengen pulang kampung lebih awal sudah mulai memadati aspal Cipali sejak beberapa hari terakhir.

Berdasarkan data yang dirilis sama Astra Tol Cipali, ada sekitar 108 ribu kendaraan yang sudah melintas di eks Gerbang Tol Cikopo dari arah Jakarta menuju Cirebon. Lonjakan ini terjadi dalam kurun waktu dari tengah malam sampai jam 8 malam saja. Ardam Rafif Trisilo, selaku perwakilan dari pihak pengelola, menyebutkan kalau rata-rata ada sekitar 5,4 ribu kendaraan yang lewat setiap jamnya. Angka ini menunjukkan betapa masifnya pergerakan masyarakat yang ingin merayakan Idul Fitri di kampung halaman tahun ini.

Meskipun volume kendaraan melesat tajam, untungnya kondisi arus lalu lintas secara umum masih terpantau ramai lancar. Skema one way yang diterapkan memang sangat membantu buat menampung kapasitas kendaraan yang membeludak dari arah Barat. Tapi, Ardam nggak menampik kalau ada beberapa titik yang sempat mengalami perlambatan. Hal ini biasanya terjadi karena saking tingginya intensitas kendaraan yang melaju barengan di satu jalur, jadi wajar banget kalau sesekali ada sedikit antrean yang bikin perjalanan agak melambat.

Satu hal yang jadi catatan penting buat para pemudik adalah soal disiplin di jalan raya. Pihak pengelola tol sangat mewanti-wanti supaya jangan ada yang nekat berhenti di bahu jalan kalau nggak dalam kondisi darurat banget. Selain bisa bikin arus makin tersendat, berhenti di bahu jalan itu bahaya banget, apalagi kalau perjalanannya dilakukan di malam hari pas jarak pandang terbatas. Kesadaran buat nggak egois di jalan itu kunci utama biar semua orang bisa sampai di tujuan dengan selamat tanpa harus kena hambatan yang nggak perlu.

Selain itu, masalah rest area yang sering penuh juga jadi perhatian. Kalau kalian sudah merasa ngantuk atau lelah tapi rest area di depan penuh, jangan dipaksain masuk apalagi sampai antre di bahu jalan. Solusi paling simpelnya adalah keluar dulu di gerbang tol terdekat buat cari tempat istirahat di luar jalur tol. Jangan takut rugi soal biaya, karena sistem tarif di Tol Trans-Jawa itu pakai hitungan jarak tempuh. Jadi kalau kalian keluar sebentar terus masuk lagi, biayanya tetap sama saja dan nggak bakal bikin kantong bolong.

Terakhir, sebelum benar-benar injak gas, pastikan semua persiapan sudah matang. Mulai dari kondisi fisik yang harus fit, mobil yang sudah di-servis, sampai kecukupan bahan bakar dan saldo e-toll. Jangan sampai perjalanan kalian terhambat cuma gara-gara hal sepele kayak saldo kurang di gerbang tol yang akhirnya malah bikin macet panjang di belakang. Dengan persiapan yang oke dan cara berkendara yang sabar, momen mudik tahun ini pasti bakal jauh lebih asik dan nyaman buat dijalani.